Cerita Pesugihan, ini aku akan menggunakan bahcita-cita aku sebagai pelaku,kisah ini
nyata terjadi di sebuah kota l,di jawa timur yang dialami oleh sahabat aku
sendiri,bahkan hingga kisah ini dimuat sesungguhnya yang terjadi masih
tersimpan rapat,tiada satupun keluarga yang tau,namun itu menjsaudara termudaan
dia dihimpit percita-citaan yang sedikit mencekam,mungkin dengan dia membuatkan
kisah disini,mampu sedikit memberi kelonggaran apa yang selama ini dia
rcita-citakan.
Sungguh sangat membuat resah cerita pesugihan ini. Aku anak sulung
dari tiga bersaudara,hidup keluarga kami terbilang pas pcita-citan namun aku
sebagai anak sulung ingin cepat cepat membantu meringankan beban orangtua ,dan
agar cita-citap didapur terus mengepul serta membantu membiayai saudara termuda
saudara termuda sekolah,meskipun sempat terpampang dibenak aku ingin menikmati
bangku kuliah.namun semua itu aku tepis,aku sadar masih ada dua saudara
termudaku yang masih membutuhkan biaya hingga smu,orang tuaku menghidupi kami
dari sebuah yang akan terjadi panen padi saja,ya orang tuaku seorang
petani.jadi sebagai anak sulung aku harus mampu memberi contoh ke saudara
termudaku ,nikmati hidup yang ada dinspirasipan kita.
Setelah tamat
smu, aku mencari kerja di surabaya hingga bertemu dengan sahabat aku,ya dia ini
admin salah satu di page ini,dan disinilah kisah ini aku mulai.aku bekerja
disebuah finance pembiayaan kredit motor,sebagai tenaga penagihan,gajipun
terbilang cukuplah buat seorang bujangan mirip diriku,setiap dua minggu sekali
aku menyempatkan diri pulang menenggok ayah dan ibu dan tak lupa memberi jajan
pada kedua saudara termudaku,tidak seberapa sih,namun cukup membuat mereka
senang.
Awal bencana
ini,bermula dari saudara termudaku,ya namanya anak tau ada sahabatnya punya hp
dia sempurna kepingin apalagi dia sudah smp,aku hanya janji.
“ nanti ya kalau
abang gajian,nanti abang belikan”,kataku padanya.
Namun ternyata
saudara termudaku tidak tabahan terus merengek pada ibuku,alyang akan terjadi
ibu pinjam uang pada seorang rentenir,dikampung aku ada seorang rentenir,dia
pendatang dikampungku dia bercita-cital dari pulau s,namun semua mengatakan
kejamnya luar bicita-cita dan anehnya tiada satupun warga yang berani menentang
dia,semua takut dan tunduk walaupun rentenir itu menyita barang sebagai jaminan
ketika tidak mampu membayar tepat waktunya,belum lagi bunga terus berbunga,dan
dendapun mampu juga berbunga,gilakan??Namun yang namanya keperluan,semua itu membutakan
mata semua warga.padahal dikampung waktu itu ada koperasi simpan pinjam,gak tau
juga banyak warga yang pinjam ke rentenir tersebut.
Awalnya aku
tidak tau,kalau ibu aku salah satu orang yang ikut hutang di rentenir
tersebut,setiap aku pulang ku lihat mirip ibu memendam sesuatu namun membisu
saja,dan aku sedikit terkejut sewaktu kulihat saudara termudaku sudah punya hp.
“aduh hp
baru,siapa yang belikan?”Tanyaku
“ibu,kak “jawab
saudara termudaku
Aku kekamar ibu
dan bertanya kepada mudau,dan ibuku mengiyakan katanya yang akan terjadi
tabungan yang sedikit demi sedikit dikumpulkan buat belikan hp kedua saudara
termudaku,aku percaya saja.
Seminggu sudah
aku pulang dari kampung halamanku,rcita-citanya letih tubuh ini,setelah
seharian bekerja dibawah teriknya,namun ketika mau merebahkan tubuhku dengan
mata sedikit terkantuk,tiba tiba ,hp ku berbunyi ,aku lihat saudara termudaku
yang telepon.
“ya ,dek ada
apa”tanyaku
Hanya isak
tangis yang kudengar,dengan bunyi yang tersendat sendat saudara termudaku
berbicara juga.
“ibu
kak,ibu,”jawabnya sambil terisak
“ya,ada apa ama
ibu”jawabku seolah tidak ingin terjadi apa apa.
“cepat pulang
sekarang kak,”isak saudara termudaku.
Tanpa membuang
waktu aku eksklusif beranjak,tak kupedulikan tubuh letihku,yang ada dalam
benakku aku harus pulang,aku ingin tau ada apa ama ibuku,sosok wanita yang
paling aku akungi.
Kupacu motorku
denganku kecepatan tinggi,namun tak lupa doa doa terus kupanjatkan agar aku
hingga dengan selamat dirumah.tak perlu waktu lama 2jam sudah aku
tempuh,akhirnya hingga juga.
Aku masuk
disana,kulihat ibuku mengerang kesakitan dan ayah serta saudara termudaku hanya
menangis,akupun eksklusif menubruk tubuh ibuku.
“ibu,ibu kenapa
bu”,tanyaku
“ibu,tidak apa
apa nak,”jawabnya
Aku marah pada
ayah dan saudara termudaku,kenapa tidak dibawa kedokter?kata ayahku,ibuku yang
tidak mau.
Aku lihat pucat
pasi wajahnya,sambil lisannya meringis menahan sakit didalam tubuhnya,aku
semakin menangis dan terus menunjukkan kata kata ,ibu ucap bu istiqfar.
Allah allah
allah,aku terus membisikkan kalimat itu diindera pendengaran ibuku.
Namun allah
berkehendak lain,ibuku meninggal tepat pukul 3 dini hari,mampu terbayangkan
gimana meledaklah tangis seisi rumah.aku hanya termenung,aku belum mampu
membahagiakan dia.dan ada satu ganjalan dihatiku ibuku sakit
apa?alcita-citannya artinya selama ini dia baik baik saja,esok paginya program
pemakaman ibupun dilaksanakan,dengan percita-citaan belum tulus aku mengantar
kepergian ibuku,aku harus mencari tau ada apa dengan ibuku,mungkin ini nuraniku
sebagai anak mencicipi ada yang tidak wajar dengan kematian ibuku,mata melotot
seolah tercekik dan raut wajah seolah ketakutan yang teramat sangat.
Malam hari
setelah program tahlilan,aku menemui ayahku,aku mercita-cita ayah sempurna
tau,sempurna ada yang diarahasiakan dibelakangku,akhirnya ayah cerita,bahwa
ayah dan ibu mempunyai hutang pada rentenir dengan nominal 5 juta dan dalam
tempo 5 bulan tidak mampu kembalikan dengan bunga berbunga hutang itu kini jadi
12 juta,gilaaa itu teriakku,aku menyesalkan kenapa tidak cerita ke aku?sejak
tidak mampu bayar hutang itu,ibuku gelisah teramat sangat.
Paginya aku
belum kembali bekerja,sengaja aku mengajukan cuti ,dan pergi ke warung kopi tak
jauh dari rumah,ya sekedar ingin mencari informasi ihwal gimana sepak terjang
rentenir itu,jujur dalam hatiku eksklusif negative ke rentenir itu,bahwa kematian
ibuku ada korelasinya dengan dia.
‘hai,sapaku pada
kawan kampungku,mereka sahabat aku sewaktu kecil’
“hai,aldi.”Sapa
mereka
Aku ikut membaur
bersama mereka,dan mereka mengucapkan turut bersedih cita,kepadaku. Diakhir
perbincangan aku pamit pada mereka alcita-citannya artinya terdengar bunyi
adzan dhuhur sudah berkumandang.
Tiba tiba
ditengah jalan,ada sahabatku tadi yang memanggilku,
Aku berhenti,aku
tanya ada apa?
Aku mau sedikit
cerita ihwal yang tadi kau tanyakan
diwarung,ihwal rentenir itu,aku ajak sahabatku itu berhenti dan duduk sejenak
di bawah pohon rindang yang ada dinspirasipanku.sahabatku bercerita dia
rentenir kejam dan sudah ada tiga nyawa yang melayang alcita-citannya artinya
ulahnya,aku tidak eksklusif percaya ,kok mampu ?tanyaku.ya semua yang meninggal
sempurna yang berhutang padanya,dia punya ilmu yang itu pesugihan kuda,kalau
mata kau mampu menembus alam gaib,maka
dinspirasipan rumahnya kau akan lihat dipintu
rumahnya dijaga seekor kuda berkepala insan,dan coba kau lihat dibawah ranjang ibumu sempurna ada
bulu mirip bulu kuda,ahhh mcita-citak?jawabku.coba kau cari sekeliling kamar
ibummu,alcita-citannya artinya dua orang kemaren yang meninggal sempat
menemukan ada bulu kuda dibawah ranjangnya dan bermimpi dikejar kejar kuda.
Aku eksklusif
pamit pulang,dan mencoba percayai kata sahabatku ini,aku masuk kamar ibuku,tak
kupedulikan ada ayahku yang lagi sholat,aku cari dibawah daerah tidur tak ada
bekas bulu,namun aku masih belum puas juga,namun tiba tiba pikiranku ingin
membuka dibawah kasurnya,ya allah aku temukan berbagai bulu bulu halus
disana,ayahkupun bertanya dan mendekatiku,
“ada apa?tanya
ayahku.”
Aku ceritakan
yang tadi dihinggakan ayahku,dan miripnya ayah sudah tau itu semua,memang
sempat ibuku sebelum meninggal mirip mimpi dikejar kejar kuda,itu kata
ayahku,namun ayahku tidak mau cerita takut melahirkan dendam dihatiku,namun
ternyata semua itu benar nyatanya,ya aku dendam,aku harus menuntut balas
kematian ibuku.
Pagi pagi benar
aku berangkat ke kota b,di jawa timur dimana yang notabene banyak orang bilang
dikota tersebut rajanya santet,nyawa orang disana hanya seharga satu pak
rokok,dan mampu juga pagi sehat sorenya gila hanya imbalan satu batang
rokok.tergantung permintaan kita dan segala risikonya kita yang menanggung.
Dengan bekal
alamat yang kudapat dari seorang sahabat,akhirnya pondokan didalam hutan
dipinggiran desa di kota tersebut aku temukan juga,katakanlah dia seorang dukun
sakti bernama
Ki p,dan aku
menceritakan semua perduduk perkaraan yang terjadi dengan keluargaku,tujuanku
sebenarnya hanya ingin cari tau apa bener ibuku jadi tumbal atau santet dari
rentenir tersebut,dan rupanya ki tersebut cukup paham apa yang berkecamuk
dihatiku.dia meninggalkan aku disebuah ruangan yang dengan bau kemenyan teramat
sangat menyesakkan nafasku,aki tersebut masuk kedaerah spiritualnya,dan satu
jam kemudian aku tersebut membawa sebuah gunting.dia mengatakan padaku.
“ibumu meninggal
belum ada 40 hari,ya ibumu jadi tumbal dan nyawanya ada diantara dua alam,ibumu
tidak hening dan akan jadi budak dimonyetjaan kuda.namun kalau kau berani bongkar kuburan ibumu dan tanamlah
gunting ini disamping pocongnya dengan lisan
kau yang menaruhnya,setelah itu baca mantra yang aku kasih ini,dan ibumu
akan bangkit dia akan menunjukkan siapa yang telah menyakitinya,kalau memang
terbukti bahwa rentenir itu yang membunuhnya maka gunting ini akan menancap di
jantungnya,kalau kau sanggup,aku akan
beri mantranya dan hari hari dimana itu sebuah pengapesan/hari sial bagi sang
pemuja kekayaan,dan hari itu juga kau
harus membongkar kuburan ibumu.akupun mengiyakan demi ketepatan ibuku,itu yang
ada dipikiranku.
Aku eksklusif
pulang kerumah,dan aku panggil 4 sahabat kecilku,aku butuh bantuan mereka buat
perencaan yang telah aku dapat dari si aki,rupanya sahabatku tidak keberatan
alcita-citannya artinya rentenir itu cukup mebingungkan penduduk.namun mungkin
ini hari yang kutunggu,si aki memberi petunjuk lewat mimpi bahwa malam ini
artinya hari naas nya rentenir tersebut,cepat cepat pagi itu juga aku menghubungi
sahabatku.untuk mempersiapkan program bongkar kuburan ibuku.tepat pukul 12
malam aku eksklusif kekuburan ibu dan tak lama aku lihat pocongnya berubah jadi
sebuah gedebog pisang dimataku tapi dimata sahabatku tetap masih pocong ibu,aku
lakukan semua sesuai perintah aki,dan aku kuburkan gunting di samping
pocongnya,setelah itu kembali tanah aku urukkan tanah,dan mirip sedia kala,biar
besok tidak heboh ada kuburan orang terbongkar.
Aku kembali
kerumah pukul 3 dini hari dan aku pergi tidur,esok harinya berkumandang dari
bunyi balai desa bahwa rentenir itu meninggal dunia terkena agresi jantung.aku
eksklusif loncat dan buru buru mandi ingin menyaksikan jenazahnya,masya allah
aku lihat dadanya tertusuk gunting yang ku taruh di kubur ibu,dan wajah wanita
itu seolah melotot dan jarinya menunjuk padaku,itu yang aku lihat,aku berteriak
dan eksklusif keluar,namun dimata semua orang rentenir itu meninggal
bicita-cita saja tanpa ada darah dengan mata terpejam layaknya orang mati
bicita-cita,namun di mataku dia meninggal dengan amarah yang memuncak,seolah
akan ada balas dendam.
Demikian kisah
ini masih aku simpan rapat dari keluarga dan hanya sahabat aku tadi yang tau
dimana mereka membantu membongkar kuburan ibuku,kini aku setiap malam dan
setiap hari tiada pernah keheningan hingga cerita ini aku kisahkan.masih terus
terngiang ringkik kuda setiap malam terkadang aku melihat sosok wanita yang
mirip dengan rentenir itu dengan terus menunjukkan tangan padaku.aku hampir
gila terus terusan dikejar ama bayangan semua itu.kini aku menetapkan tinggal
disebuah pesantren yang dipimpin seorang seorang kyai dia akan merukyah aku,dan
menghindarkan aku dari dendam wanita itu yang memang arwahnya menuntut
balas,alcita-citannya artinya didalam wanita itu ada iblis yang bersemayam
Satu pesanku,bahwa
dendam tidaklah membawa keheningan dalam hidup